gambar toko buku rizquna book ikon alamat google maps yayasan hidayaturrohman ikon kontak whatsapp yayasan hidayaturrohman ikon channel youtube yayasan hidayaturrohman ikon akun instagram yayasan hidayaturrohman ikon akun facebook yayasan hidayaturrohman

SMA Hiro, Sekolah Yang Melompat

Admin | Jumat, 07 April 2023

Sejak awal tahun pelajaran 2022/2023, SMA Hiro yang terletak di Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang bukan hanya berjalan maju tetapi melompat maju dengan prestasi akademik. Dari awal Agustus 2022 sampai akhir September 2022 SMA Hiro telah mengumpulkan lebih dari 5 prestasi akademik baik tingkat provinsi maupun nasional, berikut prestasi-prestasi tersebut:

1. Ananda Ines Meliyana berhasil meraih prestasi di ajang Olimpiade Cabang Sosiologi yang diselenggarakan oleh platform edukasi @university.id. Ananda Ines menjadi Juara 1 Olimpiade Cabang Sosiologi tingkat Provinsi Banten sekaligus meraih peringkat kelima di tingkat nasional (Juara Harapan 2). ...

2. Ananda Angelica Oktavia Alhoery berhasil meraih prestasi di ajang Olimpiade Nasional bertajuk Kompass Cup 2 yang diselenggarakan oleh platform edukasi @lesprivatofficial pada tanggal 17 Juli 2022. Ananda Angelica meraih medali perak cabang Bahasa Indonesia setelah berhasil menembus peringkat 4 (Juara Harapan 1) tingkat nasional.

3. Ananda Nola Shakira berhasil meraih prestasi di ajang Olimpiade Cabang Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh platform edukasi @university.id. Pada event bertajuk Festival Olimpiade 7 tersebut, Ananda Nola menjadi Juara 2 Olimpiade Cabang Bahasa Indonesia tingkat Provinsi Banten.

4. Ananda Nursilah berhasil meraih prestasi di ajang Olimpiade Nasional bertajuk Olbas (Olimpiade Bahasa dan Sosial) yang diselenggarakan oleh platform edukasi Bee Digital Prestasi Nusantara pada tanggal 07 Agustus 2022 lalu. Ananda Nursilah meraih medali perak cabang Sejarah setelah berhasil menembus peringkat 6 (Juara Harapan 3) tingkat nasional.

5. Ananda Afri Listiyani berhasil meraih prestasi di ajang Olimpiade Sains Siswa Nasional (OSSN) 2 tahun 2022. Pada ajang yang diselenggarakan oleh platform edukasi Kompetisi Nasional tersebut, Ananda Afri berhasil meraih medali perak bidang Bahasa Indonesia tingkat nasional.

6. Ananda Lulu Lutfiah berhasil meraih prestasi di ajang Kompetisi Online Siswa Nasional (KOSN) tahun 2022. Pada ajang yang diselenggarakan oleh platform edukasi PT Harmoni Kreasi Digital tersebut, Ananda Lulu berhasil meraih medali perak bidang Sejarah tingkat nasional.

7. Ananda Nursilah berhasil meraih prestasi di ajang Kompetisi Pelajar Berprestasi Nasional (Kompass) Cup 3 tahun 2022. Pada ajang yang diselenggarakan oleh platform edukasi Cari Les Privat tersebut, Nursilah berhasil meraih medali perak bidang Sejarah tingkat nasional dari total 42 finalis. Pencapaian ini merupakan prestasi kedua Nursilah setelah sebelumnya berhasil meraih medali perak bidang Sejarah pada Olimpiade Bahasa dan Sosial (Olbas) 2022.

Selain prestasi di atas sampai awal tahun 2023 masih ada sekitar lima prestasi lain yang diperoleh SMA Hiro, tetapi masih proses validasi medali sehingga belum bisa dipublikasikan.

Jika ada sekolah dengan modal besar yang sudah diproyeksikan dari awal menjadi sekolah favorit lantas melejit dengan segudang prestasi adalah hal yang wajar. Namun tidak dengan SMA Hiro. Sekolah dengan biaya pendidikan yang sangat terjangkau untuk ekonomi warga sekitar dan bukan terletak di pusat kota, tetapi di pinggir pantai utara Kabupaten Tangerang, akhirnya menjadi sekolah yang menurut banyak orang telah melakukan lompatan besar. SMA Hiro secara tidak langsung dapat dijadikan indikator keberhasilan program pemerintah terkait pemerataan pendidikan, khususnya Pemerintah Provinsi Banten.


Hiro Cup 2021

Ahmad Yuarsa | PKS Kesiswaan SMA Hiro | Rabu, 05 Januari 2022

Kejuaraan futsal di lingkungan internal SMA Hiro selain untuk meningkatkan mental bertanding yang sempat menurun akibat masa pandemi covid-19, juga diselenggarakan untuk mengenalkan nilai-nilai sportifitas kepada siswa SMA Hiro. Hiro Cup 2021 dengan konsep 1 day event diikuti oleh 16 tim yang berasal dari siswa SMA Hiro, imana setiap tim bebas mencari anggota dari kelas mana saja. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan kebersamaan ke siswa, dan pada akhirnya diharapkan mampu mengenalkan nilai-nilai sportifitas kepada siswa SMA Hiro.


Hiro Jadi Tempat Kegiatan Vaksinasi Covid-19

Admin | Senin, 13 Desember 2021

Bekerjasama dengan PUSKESMAS Tegalangus, KORAMIL Teluknaga dan POLSEK Teluknaga, Yayasan Hidayaturrohman sukses menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan vaksinasi covid-19 kepada siswa/i jenjang MI, MTs dan SMA juga kepada masyarakat umum dengan lebih dari 3.000 dosis vaksin baik tahap 1 dan tahap 2 dari awal September 2021 sampai dengan Desember 2021


Kapan Terakhir Kali Kita Membaca Buku dan Berdiskusi Untuk Memperkaya Wawasan?

Siti Yusniah | TPK Yayasan Hidayaturrohman | Kamis, 30 Desember 2021

Guru sebagai profesi yang tidak pernah berhenti belajar, mengharuskan untuk terus mengembangkan wawasannya. Agar proses belajar tidak membosankan dan dapat lebih bermanfaat, diantaranya dilakukan melalui kegiatan bedah buku. Yayasan Hidayaturrohman melakukan kegiatan bedah buku sebagai wujud nyata penjabaran program kerja bidang kurikulum di setiap jenjang pendidikan, baik MI, MTs ataupun SMA. Kegiatan ini melibatkan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Yayasan Hidayaturrohman dan hasilnya akan disosialisasikan pada rapat awal semester genap.

Buku yang berjudul 95 Strategi Mengajar Multiple Intelegences ini dibedah selama tiga hari. Dengan mempertimbangkan ...kondisi di Yayasan Hidayaturrohman, seperti alokasi waktu, jumlah siswa per kelas, sarana prasarana, maka ditetapkan 46 strategi mengajar yang sekiranya dapat diterapkan. Dari 46 strategi tersebut akan disosialisasikan 5 strategi pada rapat awal semester genap, yaitu berdiskusi, membaca nyaring, aksara bermakna, tebak simbol dan lompatan benar salah. Pada akhirnya diharapkan, guru menguasai berbagai strategi mengajar agar KBM baik di dalam maupun di luar kelas dapat lebih bermakna bagi siswa, agar tidak ada lagi anggapan siswa bodoh, karena pada dasarnya tidak ada istilah siswa bodoh yang ada adalah siswa belajar dengan strategi yang salah dan guru yang kaya adalah guru yang memiliki banyak strategi mengajar.


Apa Yang Sudah Kami Lakukan Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19?

Eti Setiawati | Ketua Yayasan Pendidikan Hidayaturrohman | Sabtu, 25 April 2020

Himbauan pemerintah untuk dilaksanakannya pembatasan sosial sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona, berimbas pada dunia pendidikan yang tidak lagi menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal ini disikapi oleh Yayasan Hidayaturrohman untuk mengadakan virtual class dengan memilih link system management ( LMS ) google classroom. Selain sudah familiar, google classroom juga memiliki server yang stabil sehingga bisa diakses dengan lancar oleh siswa maupun guru.

Virtual Class ini dilaksanakan pada jenjang SMA dan MTs dengan jadwal belajar seperti layaknya pembelajaran di sekolah. Dan sebagai informasi tentang pembelajaran ini, beberapa kelas dimasukkan dalam grup WA help desk (HD). Fungsi dari grup ini untuk pelayanan terhadap siswa yang memiliki kesulitan ...dalam mengakses materi pada virtual class. Selain grup WA HD, siswa dibekali juga grup kelas yang dibentuk oleh wali kelas masing-masing. Fungsi kehadiran grup kelas, selain media penyampaian informasi terutama seputar pencegahan covid-19, juga bentuk silaturrahmi daring antara siswa dengan guru, bahkan guru dengan orang tua siswa. Orang tua tidak lagi merasa cemas, meski anaknya tidak pergi ke sekolah dan hanya di rumah saja, namun mereka tetap bisa belajar melalui virtual class. Sementara itu untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, kegiatan pembelajaran menggunakan grup WA kelas dengan admin wali kelas masing-masing. Pengoptimalan layanan daring pada kegiatan belajar mengajar, penyampaian informasi dan pesan-pesan kepada siswa terkait pencegahan Virus Corona, sampai pada tahapan silaturrahmi. semua ini dipersembahkan oleh Yayasan Hidayaturrohman untuk membantu percepatan lenyapnya covid-19 dari muka bumi.

Saat ini, covid-19 bukan lagi hanya sekadar masalah kesehatan. Efek lumpuhnya perekonomian telah meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan. Pekerja terdampak covid-19, baik terkena PHK maupun pekerja yang dirumahkan jumlahnya tidak sedikit. Melihat fenomena ini, Yayasan Hidayaturrohman berusaha membantu mereka yang sangat membutuhkan. Dalam hal ini, YPI Hidayaturrohman mengadakan santunan para janda. Adapun data para penerima santunan ditentukan dari wilayah tempat tinggal masing-masing dewan guru dan staf YPI Hidayaturrohman.

Sebenarnya santunan janda merupakan program rutin yayasan. Namun pada masa covid ini jumlah penerima ditambah menjadi 412 dari jumlah sebelumnya 300 penerima. Jumlah tersebut tersebar mulai Desa Pangkalan sampai Desa Muara. Selain itu, nominal penerima pun mengalami peningkatan yang tahun lalu sekitar Rp. 120.000, tahun ini menjadi Rp. 150.000. Kami sadar, jumlah tersebut belum banyak menyentuh masyarakat terdampak covid-19 untuk wilayah Desa Pangkalan sampai Desa Muara.

Selain langkah pembelajaran daring agar siswa tetap berada di rumah, dan pemberian santunan janda sebagai bentuk empati yayasan terhadap masyarakat. Yayasan Hidayaturrohman pun melakukan upaya batin dengan menggagas program tadarus Al Quran One Day One Juz. Melalui daring, setiap guru diharuskan khatam Al Quran minimal sehari 1 juz. Sehingga setiap hari di yayasan ini diadakan doa khataman yang dilanjutkan doa tolak bala agar kita dijauhkan dari musibah dan virus corona segera lenyap dari bum ini. Doa tersebut dibaca secara daring oleh Ustadz Ikhwan Muhtarip selaku ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Hidayaturrohman.

Program One Day One Juz secara daring ini merupakan perwujudan dari peneguhan habluminallah (hubungan dengan Allah SWT) dengan menjadikan rumah sebagai tempat ibadah. Tempat untuk melangitkan doa dan memunajatkan ampunan. Sementara peneguhan hablumminnas (hubungan sesama manusia) diwujudkan oleh yayasan ini dalam bentuk santunan janda dan pembelajaran daring agar siswa tetap berada di rumah. Boleh jadi berdiam diri di rumah adalah salah satu bentuk jihad konkret saat ini. Dan merupakan solusi atas masalah di bumi ini dangan turut mempercepat penanganan covid-19. Mudah-mudahan Allah SWT berkenan memberi pertolongnNya kepada kita dan kita jangan putus asa untuk selalu berikhtiar. Tetap di rumah saja. Semoga kita diberi keselamatan.


Lebih Baik Karena Covid-19

M. Iqbal Fauzi | Guru Sosiologi SMA Hiro | Selasa, 21 April 2020

Guru adalah profesi yang menuntut kita untuk tidak pernah berhenti belajar. Keberadaan kelas maya (virtual class) yang merupakan imbas dari merebaknya covid-19 seakan menjadi sebuah stimulus, bahkan menjadi sebuah fasilitas untuk kita (para guru) terus belajar. Atau setidaknya, membuat guru semakin melek teknologi. Teknologi dengan senang hati membukakan pintu dan membiarkan siapa saja masuk untuk menjadi bagian dari stimulus dan fasilitas yang dibutuhkan. Dari keberadaan learning management system (LSM) ...yang beragam sampai kepada aplikasi-aplikasi media sosial yang dapat dioptimalkan menjadi kegiatan pembelajaran yang lebih baik lagi, khususnya kegiatan pembelajaran di SMA Hiro Teluknaga.

Aplikasi Google Classroom sebagai salah satu LMS yang cukup stabil dan cenderung mudah digunakan baik dari sisi siswa maupun dari sisi guru, menjadi pilihan saya dalam mengajar mata pelajaran sosiologi di kelas XI-IPS SMA Hiro.

Keadaan akhirnya menuntut untuk mengeksplor lebih dalam seputar materi, bahan dan metode pembelajaran, baik yang berbentuk teks, slide, gambar, audio bahkan video. Sebut saja, pada materi pokok konflik sosial, saya merangkum materi pembelajaran dalam bentuk file power point dan memilih link video youtube yang akan digunakan sebagai bahan ajar. Dari sini saya banyak belajar, tentang bagaimana membuat slide presentasi yang menarik kemudian membuat hyperlink ke link video youtube. Belum lagi cara membagikan file tersebut pada forum kelas di google classroom, benar-benar membuat saya melek teknologi.

Pada akhirnya keadaan menuntut siswa juga untuk menggunakan gawai dengan lebih bermanfaat. Bukan sekedar membuka konten-konten youtube remeh temeh yang tak ada hubungannya dengan materi pembelajaran. Bukan sekedar menggunakan whatsapp untuk bergosip. Bukan sekadar menggunakan kuota internet untuk hal-hal tersebut, tetapi juga dipergunakan untuk mengikuti pembelajaran yang menarik secara daring. Karena jika pembelajaran yang disajikan menarik, mereka akan tetap di rumah dan semoga bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 di republik kita tercinta, INDONESIA.


Work From Home (#WFH)

Megawati | Guru B. Inggris MTs Hidayaturrohman | Sabtu, 18 April 2020

Tangerang, April 21th 2020 Hidayaturrohman Foundation. When the corona or covid-19 virus pandemic come to the world and made everyone to do and follow adaptations, the teachers were no exception. Schools may be closed, but teaching and learning activities must continue. The schools must also carry out learning activities by following the advice of the government by online. It is applied to prevent the spread of corona virus.

Online learning takes place, but this learning is not as easy as imagined, there are many ...obstacles experienced or discovered by teachers or students. As there are still some teachers who do not understand how to operate a computer or even with network constraints that always disrupt learning activities. So that makes teachers a little down with a learning system like this. Like me, one of those who do online learning. I am Mega, "I teach in high school, I teach with an online system, as long as I teach a lot of obstacles I find like when I teach not all students can access this learning, because there are some of them, they do not have cell phones or even they have to share time to use cellphone with his parents”. April 21 2020. But this cannot be denied, despite the frustration experienced in this situation and must be able to adapt to this situation.

Although many negative aspects that we found, however there are some positive things that can be felt from this problem. One of them is the concept of online learning making teachers more flexible, both in terms of time and source of learning. It also does not require the teacher to arrange the class; the teacher's job is only to provide material and assignments to students.

However, behind the positive points above, we teachers will still choose the concept of direct learning activities in class, because the concept of face-to-face learning is considered far more effective. Classroom learning activities allow us teachers to interact directly with students. Besides that students can also ask directly and get detailed explanations from the teacher if there are things that are not understood.